Harian Kontan, 20 July 2016
JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi tahun ini, dengan kenaikan 0,88% ke level 5.172,83 pada perdagangan Selasa (19/7). Investor asing mencatat beli bersih Rp 802 miliar.
Tujuh sektor naik, dipimpin sektor keuangan dan industri dasar. Sektor perkebunan dan infrastruktur justru menurun. Muhammad Wafi, Analis ahana Securities, mengatakan, kenaikan IHSG masih terkena sentimen positif tax amnesty yang mendorong kenaikan saham-saham perbankan.
Yuganur Wijanarko, analis HD Capital, menjelaskan, volatilitas regional sempat menyebabkan aksi jual harian. Namun, hal ini dihadang oleh masih banyaknya pembelian saham-saham berkapitalisasi besar pendorong indeks dan lapis dua. Sehingga, menurut Yuganur, potensi IHSG turun ke level 5.000 masih jauh. "Maka, rekomendasi melakukan aksi pembelian secara lebih agresif," ujarnya.
Menurut Wafi, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 5.150–5.200. ACST, CTRP, IDPR, SMGR, dan WTON merupakan beberapa saham yang layak diperhatikan. Yuganur mengungkapkan support IHSG pada 5.080 dan resistance 5.200. Saham yang perlu diperhatikan BBNI, ANTM, BSDE, dan PPRO.