Solomon Consulting Group

 

Berita Lainnya

Tiga Sebab Rupiah Terus Melemah

 

kompas.com, 31 Januari 2013

 

JAKARTA,  Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini cenderung melemah. Pelemahan ini dinilai tidak sesuai dengan kondisi fundamental Indonesia yang positif.

 

Ekonom pasar uang Farial Anwar menjelaskan, kondisi nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal 2012 lalu. Dalam setahun, rupiah terus melemah dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.650 per dollar AS. Pada perdagangan kemarin, rupiah bertengger di level Rp 9.680 per dollar AS. Tertinggi, nilai tukar rupiah pernah menembus level Rp 9.775 per dollar AS pada 15 Januari 2013.

 

"Saya sangat prihatin dengan kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Sebenarnya ini terjadi anomali di saat perekonomian Indonesia positif, tetapi rupiah malah terus melemah," kata Farial  di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

 

Menurut Farial, penyebab pelemahan rupiah saat ini adalah pertama, permintaan dollar AS yang sangat tinggi di pasar. Namun, permintaan tersebut ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan di pasar.

 

Otomatis, masyarakat ramai-ramai memburu dollar AS, meski dalam kondisi susah mendapatkannya. Di sisi lain, masyarakat yang sudah memiliki dollar AS cenderung menahan asetnya tersebut dan tidak mau melepas ke pasar. "Jadi, lebih kepada supply yang tidak bisa mengimbangi demand pasar," katanya.

 

Kedua, Farial menduga adanya isu redenominasi yang cenderung membuat pasar panik. Masyarakat beranggapan bahwa redenominasi ini sama seperti dengan sanering (memotong nilai mata uangnya). Padahal, kondisi tersebut sebenarnya malah sebaliknya. Redenominasi ini hanya penyederhanaan nilai mata uang yang kini masih terlalu besar.

 

"Namun, pasar sudah panik duluan dan mereka lebih cepat mengamankan aset dollar AS," tambahnya.

 

Ketiga, neraca perdagangan yang terus defisit. Hal ini dipengaruhi oleh impor migas yang terus membesar. Apalagi harga minyak mentah dunia kali ini semakin melonjak.

Di sisi lain, asumsi makro pemerintah 2013 hanya menganggarkan nilai tukar rupiah sekitar Rp 9.300 per dollar AS. Padahal, nilai tukar rupiah sekarang ini sudah lebih dari itu. "Jika tidak segera ada tindakan, maka defisit anggaran akan semakin membengkak. Imbasnya malah semakin fatal ke perekonomian," jelasnya.

 

Loading

Arsip Berita

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com