Berita Lainnya
![]()
Ada Andil AP, Emiten Telat Sampaikan LK
akuntanonline.com, 3 Mei 2013
Sebanyak 52 emiten terlambat menyerahkan laporan keuangan (LK) tahun 2012. Keterlambatan tersebut sebagai dampak dari kerlambatan akuntan publik (AP) melakukan audit.
"Keterlambatan tsb bisa berawal dari proses penunjukan AP-nya, sehingga akhirnya terlambat pula memulai auditnya," kata Kepala Eksekutif Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida di Jakarta, Jumat (3/05/2013).
Meski adanya emiten terlambat menyampaikan LK, kata Nurhaida, OJK belum berencana untuk mengenakan sanksi kepada AP yang terlambat melakukan audit. OJK melihat laporan keuangan audited merupakan tanggung jawab emiten, walau keterlambatan itu bisa disebabkan AP mengaudit. "Memang ada kemungkinan keterlambatan itu disebabkan AP, tapi intinya harus sesuai dengan waktu dan setiap keterlambatan dikenakan denda Rp 1 juta per hari," tambahnya.
Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) menegur 52 emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2012. Batas waktu penyerahan laporan keuangan tahun lalu paling lambat 1 April 2013.
Dalam keterangan tertulis yang ditandatangani Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Riil, I Gede Nyoman Yetna dan Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, Umi Kulsum, tiga dari 52 emiten yang terlambat telah menyampaikan alasan keterlambatan penyerahan laporan keuangan. Ketiga emiten tersebut, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), dan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Sedangkan 49 emiten tidak menyampaikan informasi keterlambatan penyampaian laporan keuangan.
"Bursa telah memberikan peringatan tertulis I kepada 52 perusahaan yang tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan per 31 Desember 2012 secara tepat waktu," jelas laporan itu seperti dikutip dari situs resmi Bursa Efek Indonesia.
Sementara tujuh emiten tercatat yang belum wajib menyampaikan laporan keuangan terdiri dari satu perusahaan yang mengikuti Peraturan Bapepam dan LK No.X.K.7 dan enam perusahaan yang berbeda tahun buku pada Maret, Mei, dan September. "Sebanyak 408 emiten dari total 467 perusahaan tercatat telah menyampakan laporan keuangan tepat waktu," jelasnya.
