Berita Lainnya
![]()
Ito, Redenominasi Memudahkan Akuntan dan Mingkatkan Efisiensi
akuntanonline.com, 20 Desember 2012
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito menyatakan rencana pemerintah untuk melakukan redonominasi akan membantu para akuntan dalam menghitung dan menyusun laporan “kalau akuntan akan lebih gampang lagi kerjanya karena jumlah digit yang ada sekarang akan berkurang 3 digit, artinya yang ditulis atau diketik itu berkurang, penghematan dari segi jam kerja“ ujar Ito yang juga salah satu Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia.
Disamping itu, yang paling penting dari rencana redenominasi atau penyederhanan jumlah digit nominal uang itu sangat menguntungkan industri keuagan tanah air. Redominasi bukan soal kebanggaan tapi efisensi secara nasional, sebab saat ini di industri keuangan baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non-bank tiap hari dari Sabang sampai Merauke terjadi milyaran transaksi yang semua diproses melalui komputer pengolahan data, jika ada pengurangan 3 digit akan lebih efisien.
“nah kecepatan pengolahan data itu ditentukan oleh besarnya file data yang diolah, dengan pengurangan 3 digit mata uang maka akan terjadi penurunan data yang diolah, sehingga akan terjadi peningkatan efisiensi pengolahan data di seluruh Indonesia“ ujar Ito di Jakarta( kamis,20/12/12).
Hal itu juga berlaku pada data storage, sebab semua file harus disimpan di warehouse, baik di Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan sebagainya. Jika penulisan angka rupiah berkurang 3 digit maka secara otomatis filenya juga berkurang, sebagai contoh Rp 1 Milyar ditulis dengan 10 digit dan nolnya 9, jika dihilangkan nolnya 3 digit, maka tinggal 7 digit dan itu dapat terjadi milyaran transaski per hari. ”anda bisa bayangkan bagaimana efesiennya, sebab setiap harinya file yang berkurang di seluruh Indonesia bisa 1 giga byte hingga tera-tera byte, itu untuk efisiensi penyimpanan data“ ujarnya.
Terhadap harga saham pun jika dihilangkan digitnya ia menilai tidak ada persoalan, misalnya per lembar saham Rp 500 maka nantinya akan di sebut 5 sen sebab nilainya intrinsiknya tetap sama “Rp 500 atau 5 sen nilainya sama saja tidak ada penurunan nilai atau pun kenaikan nilai” ujarnya.
Hanya saja yang menjadi persoalan kedepannya hanya pada soal kebanggaan saja, hal itu terjadi pada orang orang kaya yang tadinya milyuner akan menjadi jutawan, termasuk profesional yang tadinya gajiannya puluhan juta maka nantinya gajinya menjadi Ribuan “tetapi semua itu yang penting nilai” ujar Ito lagi.
Untuk sampai pada implementasi redenominasi perlu masa transisi yang panjang. Menurut Ito: Pertama kali yang harus dilakukan adalah menperkenalkan mata uang baru tanpa menarik uang lama, dalam artian berjalan pararel dan bisa meniru proses negara negara Eropa ketika pindah ke mata uang Euro.
“bisa sampai lima tahun, uang lama pelan-pelan ditarik dan uang baru dicetak lebih banyak, seperti proses Euro dimana masing-masing negara masih punya mata uang nasionalnya, namun setelah masa transisi selama sepuluh tahun maka sekarang orang lebih senang terima Euro daripada mata uang asli negaranya.” Ujarnya.
