Solomon Consulting Group

 

Berita Lainnya

OJK Akan Batasi Rangkap Jabatan Komite Audit

 

akuntanonline.com, 18 Juli 2013

 

Anggota Komisioner/Ketua Dewan Audit OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Ilya Avianti menyatakan akan menerapkan aturan baru tentang komite audit. Seorang komite audit akan dibatasi hanya boleh di satu atau dua emiten.

 

Awalnya, kata Ilya, pendirian komite audit untuk menjaga GCG (good corporate governance), karena saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998 ditenggarai tidak adanya pelaksanaan GCG. Menyadari hal itu, penerapan GCG mulai digalakkan dengan dibentuknya salah satu pilar governance, dengan mengharuskan setiap perusahaan memiliki komite audit.

 

"Dimulai dengan Permen BUMN tahun 2006 yang mengharuskan setiap BUMN memiliki komite audit sebagai kepanjangan tangan komisaris," ujar Ilya dalam peluncuran buku manual komite audit di Jakarta, Kamis (18/07/2013).

 

Kehadiran komite audir diperkuat dengan UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang salah satu pasalnya mengharuskan adanya  komite audit. Sayangnya aturan itu hanya asal ada komite audit. "Ketua komite audit adalah salah satu komisaris, sedangkan anggotanya adalah sohib atau kawan kawannya komisaris," ujarnya.

 

Fenomena seperti itu, kata Ilya  tak boleh lagi terjadi. Dengan terbentuknya OJK sebagai pengawas industri keuangan akan mengatur lebih rinci postur komite audit. Sebagai profesi, komite audit perlu diatur adanya sertifkasi, pendidikan berkelanjutan dan perlu adanya salah satu anggota komite audit yang mengerti akuntansi.

 

Ilya berjanji akan mengatur lebih jauh tentang komite audit tidak bisa lagi merangkap sampai di beberapa emiten. "Saya banyak menemukan seoarang komite audit di beberapa emiten atau perusahaan. Kami akan mengatur pembatasan," ujarya.

 

Aturan pembatasan itu akan tertuang dalam peraturan OJK, yang saat ini masih dikaji dan mendengarkan masukan dari asoasisi. Dengan pembatasan tsb diharapkan peran komite audit lebih berfokus pada emitennya. "Kalau dia di berapa emiten kapan kerjanya," ujar Ilya.

 

Ilya belum bisa memastikan jumlah emiten yang boleh dirangkap seorang komite audit. Selain itu, untuk sementara akuntan publik (AP) dan pengacara masih boleh menjadi komite audit sampai masa jabatanya selesai."Aturannya baru keluar, sehingga masih ada toleransi bagi AP dan pengacara yang masih menjadi komite audit di suatu emiten sampai masa kerjanya selesai," ujarnya. 

 

Loading

Arsip Berita

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com