Solomon Consulting Group

 

Berita Akuntansi

IAI dan PPAJP Rancang Cetak Biru Akuntan

 

akuntanonline.com, 15 Mei 2013

 

ASEAN Economic Community 2015 akan membawa arus besar globalisasi di segala bidang, termasuk jasa akuntansi. Hukum yang berlaku secara global tidak hanya free flow of services, tetapi juga free flow of people.

 

Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI), Prof. Mardiasmo mengatakan hal tersebut dalam pembukaan pembahasan "Blue Print Profesi Akuntan dan RPMK Akuntan Berregister Negara" yang berlangsung di Hotel Alila, Jakarta, Rabu (15/05/2013).

 

Tantangan profesi akuntan ke depan, kata dia, dipastikan akan semakin besar. Untuk itu, IAI sudah mencanangkan transformasi profesi secara optimal diawali dengan mengemukakan pengakuan nilai tambah akuntan beregister. Selain itu, Mardiasmo memandang perlunya blue print (cetak biru) pengembangan profesi dan landasan hukum profesi akuntan.

 

"Akuntan profesional tidak sekadar terdaftar di negara, tapi betul-betul bermakna sebagai akuntan profesional," ujarnya dalam siaran IAI.

 

Diskusi dihadiri anggota International Federation of Accountants (IFAC), anggota DPN IAI, anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional (DSAP) IAI, Pusat Pembinaan Profesi Akuntan dan Jasa Penilai Kementerian Keuangan (PPAJP Kemenkeu), sejumlah tokoh akuntan Indonesia, penyelenggara Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA), serta para anggota IAI dan stakeholder profesi lainnya.

 

Sementara itu, Kepala PPAJP, Langgeng Subur memandang perlunya kesiapan profesi akuntan Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015. Kondisi yang ada saat ini menyebabkan akuntan hanya dipandang sebagai sebuah gelar, dan daftar register akuntan hanya suatu proses administratif. Padahal untuk menciptakan akuntan berkualitas, diperlukan pembinaan dan pendidikan berkelanjutan.

 

Karena itu, PPAJP sebagai regulator dan pembina profesi akuntan menilai diperlukan redefinisi akuntan sebagai profesi yang memenuhi karakteristik berpendidikan dan lulus ujian sertifikasi, berpengalaman, menjaga kompetensi dengan pendidikan profesional berkelanjutan dan menjadi anggota asosiasi profesi. "Nanti, ujian CA yang diselenggarakan profesi akan menjadi standar kualitas bagi akuntan profesional. Dan, ini akan ada legal backup-nya," ujar Langgeng.

 

Ia menambahkan, mahasiswa jurusan akuntansi mulai dari tingkat D4 hingga S1 atau setara bisa langsung mengikuti ujian CA. Sementara PPA akan menjadi jalur lain bagi mahasiswa jurusan maupun non akuntansi untuk menjadi akuntan profesional. "Penyelenggara PPA jangan khawatir, karena blue print ini justru akan membuka peluang yang lebih luas bagi para penyelenggara PPA yang ada," katanya.

 

Terkait dengan upaya peningkatan kompetensi akuntan, IAI sejak Desember tahun lalu telah meluncurkan professional designation untuk anggota utama IAI, berupa pemberian sebutan Chartered Accountant Indonesia (CA).

 

Menurut Mardiasmo, CA diberikan kepada Anggota Utama IAI, yaitu akuntan profesional yang memenuhi kriteria: 1.Memiliki register akuntan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.Memiliki pengalaman dan/atau menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi, baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik.

3.Menaati dan melaksanakan standar profesi.

4.Menjaga kompetensi melalui pendidikan profesional berkelanjutan.

 

Dikatakannya, IAI meluncurkan CA untuk mentaati Statement Membership Obligations & Guidelines International Federation of Accountants (IFAC). Selain itu, untuk memberi nilai tambah Akuntan Beregister Negara, sebagai persiapan menghadapi ASEAN Economic Community 2015, menyongsong RUU tentang Pelaporan Keuangan, dan juga menyejajarkan akuntan profesional Indonesia dengan gelar Akuntan luar negeri, seperti CPA (A), CA, atau CIMA.

 

Mardiasmo sangat mengapresiasi PPAJP atas dimulainya penyusunan RPMK. Penyusunan blue print profesi akuntan menjadi sangat penting untuk menghasilkan strategi bersama yang komprehensif dan koheren. Untuk menjamin profesi dapat berkembang, dan orang-orang yang berhimpun di ranah keprofesian ini senantiasa memiliki kompetensi, integritas, serta kredibilitas dalam melaksanakan jasanya.

 

Ia menambahkan, blue print tersebut disusun dengan mempertimbangkan trend lingkungan yang akan dihadapi akuntan, untuk menggambarkan kondisi yang akan diwujudkan bersama di masa depan.

 

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

Akuntansi

PRESS RELEASE: IAI SIAPKAN STANDAR AKUNTANSI AGAR EMKM CAPAI LITERASI KEUANGAN

 

Konglomerasi Keuangan Indonesia, Berkah atau Tulah?

 

Profesi sebagai Engine of Reform

 

Whistle Blowing System di OJK "Nyanyi Sunyi Para Saksi Kunci"

 

Ikatan Akuntan Indonesia Terlibat Dalam Upaya Mengoptimalkan Penerapan Good Governance di Sektor Publik

 

OJK Hanya Akui Akuntan Beregister | Prof. Ilya Avianti, Ak., CA. | Anggota Dewan Komisioner OJK |

 

MERAIH MASA KEEMASAN, BERJAYA DI KAWASAN REGIONAL! (RUBRIK SUDUT PANDANG, MAJALAH AKUNTAN INDONESIA (AI) EDISI BULAN MARET 2014)

 

PMK 25/2014 = BLUE PRINT CA | Oleh Dr. Khomsiyah, Ak., CA. (Ketua DSAP IAI)

 

Menkeu Tetapkan Ketentuan Mengenai Akuntan Beregister Negara

 

Era Baru Akuntan Profesional PMK 25/PMK.01/2014 Tentang Akuntan Beregister Negara Lahir Sebagai Legal Backup Profesi Akuntan Profesional

 

KAKBI Siap Diimplementasikan

 

PMK Akuntan Beregister Negara

 

Bersiap Diri Menyambut Pasar Tunggal ASEAN

 

Babak Baru CA Indonesia

 

Enam Strategi Akuntan Hadapi MEA 2015

 

IAI Minta KJA Bisa Praktek di Pasar Modal

 

Peran IAI Akan Dipertegas sebagai Standar Setter

 

KJA Dikhawatirkan Memakan 'Kue' AP

 

LK Berbasis TI, Mndesak PSAK Taksonomi

 

IAI Harus Sosialisasi Lebih Dini Revisi SAK

 

DSAK IAI Sedang Susun SAK Nirlaba

 

Dimulai, Gelombang Kedua Konvergensi IFRS

 

IAI Tengah Merancang Kode Etik Akuntan

 

Akuntan Beregister Negara Wajib Ikuti PPL

 

Berat, Sarjana Akutansi Bisa Lulus Ujian CPA?

 

Serbuan Akuntan dari ASEAN Hanya Mitos

 

DSAK Resmi Memberlakukan 4 ISAK

 

Akuntan Manajemen Harus Pantau Kepatuhan GCG

 

Pengeloloan Lingkungan Tambang Mengikuti PSAk 57

 

Berbahaya, Hilangkan PPAK Menjadi Akuntan

 

Masa Depan PPAK Diperkirakan Suram

 

Ada Enam Jalur Bisa Membuka KJA

 

KJA Konsultan Keuangan Usaha Kecil Menengah

 

Akuntan Beregister Berpeluang Buka KJA

 

IAI dan PPAJP Rancang Cetak Biru Akuntan

 

AP Tak Perlu Khawatir Hadapi MEA

 

Akuntan Forensik Profesi yang Menggiurkan

 

Perlu Didrong Bahas RUU Pelaporan Keuangan

 

Menkeu Agar Priorotaskan UU Pelaporan Keuangan

 

IFRS 13, Akuntan & Penilai Butuh Pemahaman Sama

 

Butuh Dukungan Pemerintah Konvergensi IFRS

 

DSAK Masih Pertimbangkan Adopsi IAS 19

 

DSAK IAI Wacanakan SAK untuk Entitas Kecil

 

Sarjana Non Akuntansi Bisa Jadi AP

 

Jumlah Akuntan Publik Kian Berkurang

 

AP Terkena Sanksi, jika Fee Dibawah Standar

 

Laporan Keuangan Tanggungjawab Manajemen

 

RPP Komite Akuntan Publik Segera Terbit

 

Hasil KLB Yogyakarta: IAI Perluas Keanggotaan Keprofesian

 

Wapres Akui Masih Sulit Untuk Menjadikan Good Governance Suatu Budaya

 

Diterbitkan Laporan Keuangan Baru bagi Emiten

 

Akuntan Profesional Adalah Mental Menjaga Reputasi

 

Wayan , OJK akan Gunakan Akuntan Publik

 

Jalur non Sarjana Akuntansi Masih Tertutup

 

Asosiasi Profesi Harus Dukung Penertiban Jasa Akuntan

 

Laporan Keuangan Lembaga Mikro Tak Perlu Diatur

 

Energi Positif Akuntan Profesional

 

Titik Nol Register Akuntan

 

Para Akuntan Harus Siap Hadapi Serbuan Asing

 

SAK Efektif Berlaku 1 Januari 2012

 

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com