Berita Akuntansi
![]()
Berbahaya, Hilangkan PPAK Menjadi Akuntan
akuntanonline.com, 10 Juni 2013
Guru Besar Akuntansi Universitas Jayabaya, Prof Soemardjijo mengingatkan Kementerian Keuangan untuk tidak gegabah mengeluarkan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) tentang Register Akuntan. Terkesan dalam RPMK mempermudah lulusan sarjana akuntansi dan lulusan Diploma 4 akuntansi bisa langsung mengikuti ujian CPA dan CA untuk meraih gelar akuntan negera.
Gelar akuntan, kata Soemardjijo merupakan gelar profesi yang tidak semua lulusan sarjana akuntansi atau pun diploma 4 akuntansi dapat dengan mudah mendapatkannya. "Mereka yang ingin gelar akuntan harus terlebih dahulu ikut pendidikan profesi yaitu pendidikan profesi akuntan (PPAK)," katanya menanggapi rencana Kementerian Keuangan yang akan mengeluarkan PMK tentang Register Akuntan di Jakarta, Senin (10/06/2013).
Sebagai gelar profesi, setiap lulusan S1 maupun D 4 akuntansi untuk mendapatkannya perlu pengakuan teknis bersifat akademik dengan mengikuti PPAK. Sebagai gambaran, sebelum 2001 lulusan sarjana akuntansi negeri seperti UI, Unpad, UGM dapat langsung mendapatkan gelar akuntan negara, namun setelah itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional harus mengikuti PPAK.
Dengan gambaran tsb, bila pemerintah kembali sebelum tahun 2001 berarti hanya mementingkan kuantitas, padahal tidak semua lulusaa S1 dan D4 akuntansi bisa menjadi akuntan negara. Pemerintah menapikan kualitas dan bila hal tsb sampai terjadi sangat berbahaya.
Menurut Soemardjijo, dengan adanya PPAK sebenarnya sebagai bentuk pengakuan pemerintah bahwa lulusan strata 1 akuntansi perguruan tinggi negeri maupun swasta sama. Ia sekaligus membantah pandangan kurikulum PPAK hanya mengulang di S1. "Materi di PPAK sudah bukan teori lagi,tapi praktek menjadi akuntan itu seperti apa, " tegasnya.
Jika ingin menghasilkan akuntan register negara yang berkualitas dan kompeten, menurutnya tetap harus mengikuti pendidikan berjenjang mulai dari S1 akuntansi atau D-4 akuntansi, kemudian PPAK dan setelah itu baru mengikuti CPA atau ujian CA. "Jangan main potong kompas,"tambahnya.
