Solomon Consulting Group

 

Berita Akuntansi

Wapres Akui Masih Sulit Untuk Menjadikan Good Governance Suatu Budaya

 

iaiglobal.or.id, 6 Juli 2012

 

 

Perangkat kepatuhan good governance di Indonesia dalam bentuk dokumen, regulasi, struktur, sistem sudah tersedia secara memadai di berbagai instansi pemerintahan dan korporasi untuk diimplementasikan. Sayang publik lebih cenderung melaksanakan ketentuan dan aturan tersebut sebatas aspek legalistik formal, dan belum bersungguh-sungguh menekankan pada kandungan nilai dan prinsip good governance itu sendiri. Akibatnya, masih akan sulit akan mengharapkan good governance untuk menjadi budaya dalam waktu dekat.  
 
Pernyataan tersebut diutarakan Wakil Presiden (Wapres) Boediono di ajang empat tahunan Konvensi Nasional Akuntansi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang diselenggarakan untuk ketujuh kalinya di Hotel Sheraton Yogyakarta, Rabu 27 Juni 2012. Eks Gubernur Bank Indonesia dan Menko Perekonomian tersebut mengemukakan dalam melakukan transformasi good governance dari kepatuhan menjadi budaya, masyarakat tidak harus tunduk pada aturan legalistik belaka.

Menurutnya publik justru harus lebih mengedepankan aturan yang lebih tinggi berupa prinsip dan nilai moral good governance melalui pemberlakuan code of conduct secara efektif serta pengawasan secara konsisten atas standar perilaku dan moral tersebut. Boediono menegaskan nilai dan prinsip good governance tidak selamanya terkandung dalam dokumen dan regulasi.
Dia mengatakan cita-cita good governance yang berbudaya masih sulit untuk diimplementasikan, karena ini berhubungan dengan masalah etika dan perilaku manusia yang sifatnya, dan tidak berhubungan dengan sistem, struktur, dan aturan. Dia mengatakan strategi good governance harus dilaksanakan secara sistematis dan terukur, agar hasil yang diperoleh publik bisa semakin optimal.   

“Ada keperluan dari kita untuk melangkah maju dalam meningkatkan [standar] good governance di Indonesia, sehingga  tata kelola di bidang publik dan di luar publik bisa berhasil menuju kematangan. Sayang meski code of conduct sudah dibukukan dan disosialisasikan, kadang kala dampaknya belum dirasakan, ” ungkapnya.

Boediono menuturkan ada tujuh prinsip perilaku yang harus dipegang teguh oleh pejabat publik. Prinsip dasar tersebut dilahirkan di Inggris dan populer dengan sebutan The 7 Nolan Principles of Public Life. Dia mengatakan prinsip dasar tersebut masih senantiasa diperlukan dan diimplementasikan untuk negara-negara mapan seperti Inggris, dan seharusnya pula diberlakukan untuk negara yang sedang mencari bentuk dan berkembang seperti Indonesia.

Dia merincikan bahwa prinsip pertama adalah tidak mementingkan diri sendiri yang berarti pemegang jabatan publik harus mengambil keputusan semata-mata dari segi kepentingan umum, kedua Integritas yang berarti pemegang jabatan publik harus tidak menempatkan diri mereka dalam kewajiban keuangan atau yang lainnya kepada individu atau organisasi luar yang mungkin mempengaruhi mereka dalam pelaksanaan tugas mereka, dan ketiga adalah objektivitas yaitu dalam menjalankan kepentingan publik, termasuk membuat janji publik, pemberian kontrak, atau merekomendasikan orang untuk imbalan dan manfaat, pemegang jabatan publik harus membuat pilihan berdasarkan prestasi.

Boediono melanjutkan prinsip keempat adalah akuntabilitas yang berarti pemegang jabatan publik bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka kepada publik, prinsip kelima yaitu keterbukaan yang diartikan pemegang jabatan publik harus seterbuka mungkin tentang semua keputusan dan tindakan yang mereka ambil dengan memberikan alasan untuk keputusan mereka, prinsip keenam adalah kejujuran yang diartikan bahwa jabatan publik memiliki kewajiban untuk mengumumkan kepentingan pribadi yang berkaitan dengan tugas publik mereka dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan setiap konflik yang timbul dengan cara yang melindungi kepentingan publik.

Terakhir, ungkap Boediono adalah prinsip kepemimpinan yaitu pemegang jabatan publik harus mempromosikan dan mendukung prinsip-prinsip ini oleh kepemimpinan dan teladan.

“IAI adalah mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan good governace yang semakin baik, dan IAI telah mengantisipasi keinginan pemerintah untuk mendorong good governance menjadi budaya,” katanya.

Ketua DPN Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Prof.Mardiasmo menegaskan profesi akuntan memiliki optimisme, bahwa bangsa kita akan menjadi sebuah bangsa yang besar, kompetitif, dan maju dalam skala internasional. Cita-cita tersebut bisa terwujud bila semua komponen bangsa, termasuk Akuntan didalamnya, bersatu padu dalam sebuah misi pengabdian dan komitmen serta semangat untuk menjadi the real guardian di Negara ini.

Mardiasmo mengemukakan akuntan tentu saja menginginkan dan mendorong bahwa good governance menjadi bagian dari mindset besar masyarakat Indonesia. Dengan good governance, kita berharap kualitas kehidupan masyarakat meningkat, status pelayanan sosial semakin excellent, dan reputasi pemerintahan semakin positif khususnya dalam merumuskan kebijakan-kebijakan nasional.

“Transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, dan fairness bukanlah ‘simbol’ yang diam dan kaku. Elemen ini adalah totalitas energi untuk memberikan maslahat besar bagi masyarakat agar mereka sejahtera dalam ekonomi dan berdaulat dalam pelayanan sosial. Dan akuntan harus punya kontribusi besar dalam visi strategik tersebut,” ujarnya.

Mardiasmo melanjutkan akuntan harus mengambil suri tauladan dari ketokohan Kresna, yang merupakan sosok bijaksana, ahli strategi, tajam dalam memberikan solusi, serta visioner. Dia mengatakan tokoh Kresna akan melambangkan energi positif IAI untuk melahirkan Akuntan profesional yang memiliki kredibilitas tinggi, profesionalisme dan dapat diandalkan.

Menurutnya akuntan Indonesia yang berhimpun di IAI berkewajiban memegang teguh prinsip-prinsip dasar keprofesian, seperti integritas, kejujuran, beretika, disiplin, bertanggungjawab, berdedikasi dan memiliki independensi. Eksistensi akuntan penting dan strategis untuk membangun culture bisnis yang kuat, visioner, memegang teguh nilai-nilai etika, dan fokus terhadap nilai tambah positif bagi perusahaan dan perekonomian.

“Kami memanfaatkan momentum KNA ini untuk memperteguh profesi Akuntan dengan meluncurkan kartu baru anggota IAI sebagai identitas profesionalisme Akuntan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan akuntan bukan sekedar jabatan tapi lebih sebuah panggilan jiwa. Artinya jika seorang individu mengalami pendidikan akuntansi tidak sekedar untuk menjadi akuntan, tapi untuk melatih daya kritis dan sensitifitas hatinya terhadap segala bentuk penyimpangan sekecil apapun yang bisa mengarah kepada tindak pidana korupsi.

Dia menuturkan akuntan harus menunjukkan sikap ketidakberpihakan, bertindak jujur, dan memegang kepercayaan klien. Ketiga prinsip keprofesian tersebut menjadi indikator dari seorang akuntan apakah memiliki integritas atau tidak. Dalam pandangan Sri Sultan, integritas adalah konsistensi antara hati, ucapan, dan perbuatan. Dengan demikian, integritas merupakan dorongan dari dalam bukan dari paksaan dari luar.

“Tanpa integritas, akuntan akan rentan dengan perilaku manipulatif, koruptif, dan kolutif,” ujarnya.

 

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

Akuntansi

PRESS RELEASE: IAI SIAPKAN STANDAR AKUNTANSI AGAR EMKM CAPAI LITERASI KEUANGAN

 

Konglomerasi Keuangan Indonesia, Berkah atau Tulah?

 

Profesi sebagai Engine of Reform

 

Whistle Blowing System di OJK "Nyanyi Sunyi Para Saksi Kunci"

 

Ikatan Akuntan Indonesia Terlibat Dalam Upaya Mengoptimalkan Penerapan Good Governance di Sektor Publik

 

OJK Hanya Akui Akuntan Beregister | Prof. Ilya Avianti, Ak., CA. | Anggota Dewan Komisioner OJK |

 

MERAIH MASA KEEMASAN, BERJAYA DI KAWASAN REGIONAL! (RUBRIK SUDUT PANDANG, MAJALAH AKUNTAN INDONESIA (AI) EDISI BULAN MARET 2014)

 

PMK 25/2014 = BLUE PRINT CA | Oleh Dr. Khomsiyah, Ak., CA. (Ketua DSAP IAI)

 

Menkeu Tetapkan Ketentuan Mengenai Akuntan Beregister Negara

 

Era Baru Akuntan Profesional PMK 25/PMK.01/2014 Tentang Akuntan Beregister Negara Lahir Sebagai Legal Backup Profesi Akuntan Profesional

 

KAKBI Siap Diimplementasikan

 

PMK Akuntan Beregister Negara

 

Bersiap Diri Menyambut Pasar Tunggal ASEAN

 

Babak Baru CA Indonesia

 

Enam Strategi Akuntan Hadapi MEA 2015

 

IAI Minta KJA Bisa Praktek di Pasar Modal

 

Peran IAI Akan Dipertegas sebagai Standar Setter

 

KJA Dikhawatirkan Memakan 'Kue' AP

 

LK Berbasis TI, Mndesak PSAK Taksonomi

 

IAI Harus Sosialisasi Lebih Dini Revisi SAK

 

DSAK IAI Sedang Susun SAK Nirlaba

 

Dimulai, Gelombang Kedua Konvergensi IFRS

 

IAI Tengah Merancang Kode Etik Akuntan

 

Akuntan Beregister Negara Wajib Ikuti PPL

 

Berat, Sarjana Akutansi Bisa Lulus Ujian CPA?

 

Serbuan Akuntan dari ASEAN Hanya Mitos

 

DSAK Resmi Memberlakukan 4 ISAK

 

Akuntan Manajemen Harus Pantau Kepatuhan GCG

 

Pengeloloan Lingkungan Tambang Mengikuti PSAk 57

 

Berbahaya, Hilangkan PPAK Menjadi Akuntan

 

Masa Depan PPAK Diperkirakan Suram

 

Ada Enam Jalur Bisa Membuka KJA

 

KJA Konsultan Keuangan Usaha Kecil Menengah

 

Akuntan Beregister Berpeluang Buka KJA

 

IAI dan PPAJP Rancang Cetak Biru Akuntan

 

AP Tak Perlu Khawatir Hadapi MEA

 

Akuntan Forensik Profesi yang Menggiurkan

 

Perlu Didrong Bahas RUU Pelaporan Keuangan

 

Menkeu Agar Priorotaskan UU Pelaporan Keuangan

 

IFRS 13, Akuntan & Penilai Butuh Pemahaman Sama

 

Butuh Dukungan Pemerintah Konvergensi IFRS

 

DSAK Masih Pertimbangkan Adopsi IAS 19

 

DSAK IAI Wacanakan SAK untuk Entitas Kecil

 

Sarjana Non Akuntansi Bisa Jadi AP

 

Jumlah Akuntan Publik Kian Berkurang

 

AP Terkena Sanksi, jika Fee Dibawah Standar

 

Laporan Keuangan Tanggungjawab Manajemen

 

RPP Komite Akuntan Publik Segera Terbit

 

Hasil KLB Yogyakarta: IAI Perluas Keanggotaan Keprofesian

 

Wapres Akui Masih Sulit Untuk Menjadikan Good Governance Suatu Budaya

 

Diterbitkan Laporan Keuangan Baru bagi Emiten

 

Akuntan Profesional Adalah Mental Menjaga Reputasi

 

Wayan , OJK akan Gunakan Akuntan Publik

 

Jalur non Sarjana Akuntansi Masih Tertutup

 

Asosiasi Profesi Harus Dukung Penertiban Jasa Akuntan

 

Laporan Keuangan Lembaga Mikro Tak Perlu Diatur

 

Energi Positif Akuntan Profesional

 

Titik Nol Register Akuntan

 

Para Akuntan Harus Siap Hadapi Serbuan Asing

 

SAK Efektif Berlaku 1 Januari 2012

 

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com