Berita Akuntansi
![]()
Hasil KLB Yogyakarta: IAI Perluas Keanggotaan Keprofesian
iaiglobal.or.id, 12 Juli 2012
Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Yogyakarta yang berlangsung 27 Juni 2012, tidak hanya mengembalikan khittah keanggotaan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kembali kepada tingkatan individu, namun juga semakin memberikan ruang yang besar bagi stakeholders keprofesian untuk bergabung dalam lingkup keorganisasian. Lulusan dan mahasiswa DIII, DIV, dan S1 Akuntansi Program Studi Akuntansi atau Program Studi Pendidikan Akuntansi, pun kini bisa menjadi anggota baru IAI.
Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin mengemukakan KLB IAI memutuskan pemilik sertifikat lulus ujian akuntansi yang dilaksanakan atau diakui IAI pun diperkenankan menjadi anggota IAI. Bahkan, sambungnya, anggota asosiasi profesi akuntansi lain yang diakui sesuai kriteria yang ditetapkan dalam peraturan organisasi IAI, laik mendaftar sebagai anggota organisasi. Keanggotaan mereka dikategorikan sebagai anggota madya, sedangkan untuk yang masih menyandang predikat mahasiswa disebut dengan anggota muda.
Elly mengutarakan perbedaan utama antara anggota utama dan anggota lain adalah dari sisi hak, anggota Utama yang mempunyai hak memilih dan dipilih menjadi Pengurus. Sementara itu dari sisi kewajiban harus menaati dan melaksanakan Standar Profesi dan memelihara dan meningkatkan kompetensi melalui kegiatan PPL.
Tindak lanjut atas jenis keanggotaan tersebut, maka dalam ketentuan peralihan anggaran dasar akan disebutkan bahwa anggota biasa IAI yang terdaftar sebagai anggota IAI pada saat ditetapkan perubahan langsung dinyatakan sebagai anggota utama, dengan pemberian jangka waktu 3 (tiga) tahun untuk proses registrasi ulang.
Elly menerangkan implikasi lain perubahan status keanggotaan IAI dalam KLB 2012 adalah asosiasi yang selama ini berada di bawah struktural IAI, kini diposisikan sebagaimitra sejajar yang memiliki komitmen dan tanggungjawab untuk mengawal keprofesian ke arah yang lebih baik, khususnya dalam membangun kepercayaan dan melindungi kepentingan publik.
Dia menilai sinergitas antara IAI, asosiasi, dan perusahaan mitra organisasi akan memacu kinerja profesian agar semakin optimal, membangun kredibilitas culture bisnis Indonesia, meningkatkan reputasi dan value akuntan di mata publik, serta tak kalah pentingnya adalah continous improvement dalam penguatan kelembagaan.
“Yang ingin kita capai dari KLB 2012 hanyalah back to basic, yaitu memenuhi persyaratan sebagai sebuah organisasi profesi, benchmarking pada best practices, keinginan untuk bisa tumbuh bersama dan saling mendukung di antara kelompok profesi, serta mengkapitalisasi pencapaian dan pembelajaran untuk kemajuan ke depan,” ungkapnya.
