Solomon Consulting Group

 

Berita Akuntansi

Konglomerasi Keuangan Indonesia, Berkah atau Tulah?

 

iaiglobal.or.id, 3 Februari 2016

 

Kekuatan besar konglomerasi keuangan (KK) terus bertumbuh menguasai sendi-sendi perekonomian Indonesia. Di sektor keuangan, kekuatan konglomerasi asing semakin menyerang. Sebuah peluang atau ancaman?

 

 

 

Konglomerasi keuangan kini bukan lagi sebuah ceritera misterius. Dia semakin menjadi pusat perhatian publik. Ruang gerak para pelaku bisnis tersebut semakin terbaca dan terdeteksi dalam tata kelola perekonomian Indonesia. Penelusuran aktifitas KK diintensifkan, begitupun dengan jejak rekam, kalkulasi, dan implikasi bagi pertumbuhan dan kemajuan kesejahteraan bangsa.  

 

 

KK telah menjadi sebuah raksasa tangguh. Raksasa yang tidak tidur, tapi justru berlari dan menari-nari di tengah kancah usaha nasional. Dominasi KK dalam pasar bisnis dan aset keuangan nasional memang menjadi berkah, karena dia memberikan energi finansial bagi perekonomian untuk berlari kencang. 

 

 

Di sisi lain sepak terjang KK juga menjadi spekulasi, kekhawatiran bahkan sebuah ancaman baru dalam tatanan stabilitas ekonomi nasional. Akumulasi modal yang berpusat dalam satu pusaran, berpeluang melemahkan perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan menggoyang ekonomi nasional bila kedigjayaan ekonomi konglomerat terpuruk.

 

 

Tak mengherankan bila regulator kemudian memberikan perhatian besar dalam pengawasan kinerja konglomerasi di ranah bisnis Indonesia. Tak terkecuali pada konglomerasi asing yang makin menggurita di dalam sistem keuangan Indonesia, khususnya di sektor perbankan.

 

 

Kepala Eksekutif Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengemukakan bila konglomerasi keuangan tidak menerapkan praktik good corporate governance secara optimal dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, responsiveness, independency dan fairness maka dapat dipastikan kesinambungan usaha perusahaan tersebut dapat berakhir karam.    

 

 

“Satu saja yang bermasalah dari lima puluh konglomerasi keuangan di Indonesia, dampaknya sangat besar dan signifikan. Stabilitas ekonomi nasional dapat terganggu,” ujarnya dalam 1st Indonesia Conference on Governance and Sustainability akhir November lalu di Jakarta.

 

 

Model konglomerasi di antara perusahaan-perusahaan tersebut terbilang canggih. Bukan lagi dalam bentuk konvensional seperti horizontal atau vertikal, tapi sudah berbentuk zig zag yaitu kombinasi di antara berbagai model kepemilikan dan strategi bisnis.

 

 

“Kami mau tata kelola di seluruh entitas tersebut baik. Bukan hanya di entitas utama yang memiliki asset terbesar atau pengendali, tapi juga di entitas anak atau turunannya,” ungkapnya.

 

 

 

 

Kualitas Manajemen Konglomerasi   

 

Nelson mengemukakan salah satu strategi regulator dalam mengantisipasi ancaman laten konglomerasi keuangan menggoyang perekonomian nasional, adalah mendesak pembentukan manajemen profesional di semua level entitas. Institusi tersebut mendorong agar kualitas kompetensi dan kredibilitas jajaran direksi pada entitas bisnis tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

 

 

OJK tidak menginginkan figur-figur manajemen puncak disepelekan dengan menempatkan SDM terpinggirkan dan tidak terpakai dari perusahaan induk untuk mengisi kursi direksi pada perusahaan anak. Dia menyayangkan karena tidak sedikit KK menempuh kebijakan tersebut dalam pengelolaan bisnisnya.  Tak ayal, langkah tersebut tidak hanya menghambat kemajuan kinerja korporasi tersebut, tapi juga mengancam perekonomian Indonesia.

 

 

Strategi regulator juga meminta manajemen melakukan Tata Kelola Terintegrasi (TKT) untuk memastikan proses pengawasan kinerja secara menyeluruh berlangsung secara berkesinambungan dalam kebijakan dan langkah bisnis korporasi. Penyempurnaan beleid KK terus dioptimalkan untuk menjaga ketahanan bisnis nasional, di tengah kekuatan konglomerasi nasional dalam perekonomian Indonesia. 

 

 

“Permasalahan anak perusahaan dapat menyeret induknya. Makanya kursi direksi di perusahaan anak tidak boleh lagi diisi KW I, KW II, atau KW III. Kinerja bisnis di perusahaan anak juga menuntut pelayanan prima, sehingga tidak menjadi sumber masalah bagi republik ini, “ tandasnya.

 

 

 

Konglomerasi Bisnis Strategis

 

Sementara itu Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan PT.Bank Mandiri Tbk, Ahmad Siddik Badruddin mengemukakan perkembangan bisnis membawa konsekuensi pada peningkatan potensi resiko dalam kegiatan usaha sebuah korporasi. Menurutnya pula konglomerasi keuangan memiliki tantangan dan implikasi risiko besar dalam  kesinambungan bisnis perusahaan. Meski demikian, dia tren yang tak bisa dielakkan dalam dinamika bisnis nasional dan global yang menuntut pertumbuhan dan kemajuan.

 

 

Siddik mengutarakan  kebijakan dan transaksi bisnis di berbagai entitas tersebut dapat memiliki efek domino bagi perusahaan intra group bahkan dapat menghambat dan merugikan entitas sang induk bila tidak melalui kajian dan pertimbangan profesional. Oleh karenanya keputusan bisnisnya harus betul-betul prudent, dan komprehensip untuk keputusan kepentingan grup konglomerasi.

 

 

Dia mengatakan penguatan tata kelola pada perusahaan anak memang harus menjadi perhatian untuk dilaksanakan, karena sangat penting untuk mendorong daya saing dan menopang pertumbuhan kinerja berlanjutan. Perusahaan anak merupakan pilar strategis dalam pembangunan kemajuan dalam jangka panjang.

 

 

Manajemen berkewajiban membangun regulasi yang konsisten, standar penilaian kebijakan yang optimal, ataupun mekanisme pengawasan yang konsisten, dalam rangka memastikan pengelolan perusahaan senantiasa on the right track.

 

 

“Keputusan di level anak perusahaan tidak boleh hanya menguntungkan diri sendiri. Tapi juga harus memberikan dampak bagi perusahaan induk,” ungkapnya.

 

 

Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Mas Ahmad Daniri mengutarakan tata kelola yang baik memberikan arah kebijakan bagi manajemen dalam jangka panjang, sehingga dapat bertumbuh secara baik dan langgeng. Tata kelola yang baik memitigasi kerentanan ekonomi dan menstabilkan risiko korporasi. Dia membangun daya saing, meningkatkan strategi, mendorong kinerja dan mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas anggaran.

 

“Etika dan moral menjadi kunci tata kelola yang baik ditengah melemahnya nilai-nilai sosial dan tidak adanya tanggungjawab sistem integritas publik,” ungkapnya.

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

Akuntansi

PRESS RELEASE: IAI SIAPKAN STANDAR AKUNTANSI AGAR EMKM CAPAI LITERASI KEUANGAN

 

Konglomerasi Keuangan Indonesia, Berkah atau Tulah?

 

Profesi sebagai Engine of Reform

 

Whistle Blowing System di OJK "Nyanyi Sunyi Para Saksi Kunci"

 

Ikatan Akuntan Indonesia Terlibat Dalam Upaya Mengoptimalkan Penerapan Good Governance di Sektor Publik

 

OJK Hanya Akui Akuntan Beregister | Prof. Ilya Avianti, Ak., CA. | Anggota Dewan Komisioner OJK |

 

MERAIH MASA KEEMASAN, BERJAYA DI KAWASAN REGIONAL! (RUBRIK SUDUT PANDANG, MAJALAH AKUNTAN INDONESIA (AI) EDISI BULAN MARET 2014)

 

PMK 25/2014 = BLUE PRINT CA | Oleh Dr. Khomsiyah, Ak., CA. (Ketua DSAP IAI)

 

Menkeu Tetapkan Ketentuan Mengenai Akuntan Beregister Negara

 

Era Baru Akuntan Profesional PMK 25/PMK.01/2014 Tentang Akuntan Beregister Negara Lahir Sebagai Legal Backup Profesi Akuntan Profesional

 

KAKBI Siap Diimplementasikan

 

PMK Akuntan Beregister Negara

 

Bersiap Diri Menyambut Pasar Tunggal ASEAN

 

Babak Baru CA Indonesia

 

Enam Strategi Akuntan Hadapi MEA 2015

 

IAI Minta KJA Bisa Praktek di Pasar Modal

 

Peran IAI Akan Dipertegas sebagai Standar Setter

 

KJA Dikhawatirkan Memakan 'Kue' AP

 

LK Berbasis TI, Mndesak PSAK Taksonomi

 

IAI Harus Sosialisasi Lebih Dini Revisi SAK

 

DSAK IAI Sedang Susun SAK Nirlaba

 

Dimulai, Gelombang Kedua Konvergensi IFRS

 

IAI Tengah Merancang Kode Etik Akuntan

 

Akuntan Beregister Negara Wajib Ikuti PPL

 

Berat, Sarjana Akutansi Bisa Lulus Ujian CPA?

 

Serbuan Akuntan dari ASEAN Hanya Mitos

 

DSAK Resmi Memberlakukan 4 ISAK

 

Akuntan Manajemen Harus Pantau Kepatuhan GCG

 

Pengeloloan Lingkungan Tambang Mengikuti PSAk 57

 

Berbahaya, Hilangkan PPAK Menjadi Akuntan

 

Masa Depan PPAK Diperkirakan Suram

 

Ada Enam Jalur Bisa Membuka KJA

 

KJA Konsultan Keuangan Usaha Kecil Menengah

 

Akuntan Beregister Berpeluang Buka KJA

 

IAI dan PPAJP Rancang Cetak Biru Akuntan

 

AP Tak Perlu Khawatir Hadapi MEA

 

Akuntan Forensik Profesi yang Menggiurkan

 

Perlu Didrong Bahas RUU Pelaporan Keuangan

 

Menkeu Agar Priorotaskan UU Pelaporan Keuangan

 

IFRS 13, Akuntan & Penilai Butuh Pemahaman Sama

 

Butuh Dukungan Pemerintah Konvergensi IFRS

 

DSAK Masih Pertimbangkan Adopsi IAS 19

 

DSAK IAI Wacanakan SAK untuk Entitas Kecil

 

Sarjana Non Akuntansi Bisa Jadi AP

 

Jumlah Akuntan Publik Kian Berkurang

 

AP Terkena Sanksi, jika Fee Dibawah Standar

 

Laporan Keuangan Tanggungjawab Manajemen

 

RPP Komite Akuntan Publik Segera Terbit

 

Hasil KLB Yogyakarta: IAI Perluas Keanggotaan Keprofesian

 

Wapres Akui Masih Sulit Untuk Menjadikan Good Governance Suatu Budaya

 

Diterbitkan Laporan Keuangan Baru bagi Emiten

 

Akuntan Profesional Adalah Mental Menjaga Reputasi

 

Wayan , OJK akan Gunakan Akuntan Publik

 

Jalur non Sarjana Akuntansi Masih Tertutup

 

Asosiasi Profesi Harus Dukung Penertiban Jasa Akuntan

 

Laporan Keuangan Lembaga Mikro Tak Perlu Diatur

 

Energi Positif Akuntan Profesional

 

Titik Nol Register Akuntan

 

Para Akuntan Harus Siap Hadapi Serbuan Asing

 

SAK Efektif Berlaku 1 Januari 2012

 

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com