Berita Akuntansi
![]()
Serbuan Akuntan dari ASEAN Hanya Mitos
akuntanonline.com, 23 Juli 2013
Perkiraan akan membanjirnya tenaga akuntan dari negara lain sesama ASEAN (Asian South East Nation), khususnya dari Singapura dan Filipina ke Indonesia dianggap peniliti ekonomi CSIS (Centre for Strategic and Internasional Studies) Yose Rizal Damuri hanya sebagai mitos.
"Dengan akan mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN seperti ada mitos, Indonesia akan diserbu tenaga kerja asing, seperti tenaga di bidang akuntansi," ujar Yose di Jakarta, Selasa (23/07/2013) pada seminar "Persepsi, Implementasi dan Persiapan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015".
Menurut Yose, walau tenaga terdidik bidang akuntansi masuk dalam kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yakni mutual recognition agreement (MRA), namun bukan berarti memberikan kebebasan tenaga terdidik yang disepakati bergerak bebas di negara ASEAN untuk bekerja.
MRA, kata Yose, hanya sebagai pengakuan kesamaaan kualifikasi pendidikan. Sebelum tenaga terdidik bidang akuntansi bekerja di negara lainnya di ASEAN terlebih dahulu harus melakukan penyamaan lisensi pada organiasasi akuntansi di negara yang dituju. Setelah itu, melakukan registrasi di keimigrasian, sehingga tidak mudah tenaga akuntan luar masuk ke Indonesia.
Tenaga-tenaga terdidik lainnya yang telah disepakati dalam MEA, teknik, keperawatan, arsitektur, survei tanah, dokter gigi, kedokteran , dan akuntansi.
Berbeda dengan pendapaty pendiri CSIS, Sofyan Wanandi. Ia justru menyatakan, mitos tersebut bisa menjadi kenyataan kalau para akuntan Indonesia tidak mempersiapkan dirinya. Sama seperti kerjasama dengan China 10 tahun yang lalu, setelah pasar bebas ditandatangani, mereka mempersiapakan diri sehingga banyak produk China membanjiri pasar Indonesia sekarang. "Nah hal itu bisa juga terjadi pada MEA," ujarnya.
