Berita Akuntansi
![]()
Dimulai, Gelombang Kedua Konvergensi IFRS
akuntanonline.com, 31 Juli 2013
DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) akan terus merevisi pernyataan standar akutansi keuangan (PSAK). Bila sebelumnya mengacu pada IFRS yang dikeluarkan tahun 2009, DSAK saat ini mulai mengeluarkan eksposur draft PSAK yang akan mengacu pada IFRS 2014. Gelombang kedua konvergensi IFRS tengah dimulai.
Menurut Ketua DSAK IAI, Rositas Uli Sinaga, revisi tsb supaya standar akuntansi keuangan di Indonesia tidak ketinggalan. "Kita tidak mau dong, IFRS sudah jalan menuju yang lebih up date, sementara kita berdiam diri. Karena itu, PSAK kita pada tahun 2015 akan ekuivalen dengan IFRS keluaran 2014, sehingga gapnya tinggal satu tahun," ujar Rosita kepada "Akuntan Online" sebelum publik hearing 8 eksposur draft (ED) PSAK di Jakarta, Selasa (30/07/2013).
Sebagai contoh, DSAK IAI tengah mengeluarkan 8 ED PSAK yang mengacu pada IFRS keluaran 2013, yang akan berlaku mulai 1 Januari 2015, sehingga cukup panjang mempersiapkan dan memastikan entitas penguna PSAK siap melaksanakannya.
Kedelapan ED PSAK itu, IAS 1 Presentation of Financial Statement menjadi PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan, IAS 19 Employee Benefit menjadi PSAK 24 revisi 2013 tentang Imbalan kerja, IAS 27 Separate Financial Statement menjadi PSAK 4 revisi 2013 laporan Keuangan Tersendiri.
IAS 28 Invesmnet in Asosiate and Joint Venture menjadi PSAK 15 revisi 2013 tentang Invetasi pada Entitas Asosiasi dan Venture Bersama, IFRS 10 Consolidated Financial Statement menjadi PSAK 65 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian, IFRS 11 Joint Arrangement menjadi PSAK 66 tentang Pengaturan Bersama, IFRS 12 Disclouser of Interest in Other Entities menjadi PSAK 67 tentang Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain dan IFRS 13 Value Maeaserument menjadi PSAK 68 tentang Pengukuran Nilai Wajar.
