Solomon Consulting Group

 

Berita Akuntansi

OJK Hanya Akui Akuntan Beregister | Prof. Ilya Avianti, Ak., CA. | Anggota Dewan Komisioner OJK |

 

iaiglobal.or.id, 23 April 2014

 

(Tulisan ini telah terbit di Majalah Akuntan Indonesia Edisi Maret 2014, Rubrik Laporan Utama)

SEBAGAI akuntan profesional, Prof. Ilya Avianti paham betul tantangan dunia akuntan ke depan. Apalagi dalam waktu tak lama lagi, bakal diberlakukan ASEAN Economy Community (AEC) 2015, di mana profesi akuntan menjadi satu dari delapan profesi yang dilegalkan bertarung di arena pasar tunggal ASEAN. Tak pelak, perlindungan terhadap profesi akuntan menjadi sesuatu yang tak bisa dinafikan. Menurut Anggota Dewan Komisioner OJK itu, diterbitkannya PMK 25/2014 bertujuan agar profesi akuntan dalam negeri terlindungi dengan baik. Terlindungi dalam arti akuntan tersebut semakin profesional dengan kompetensi yang kian teruji serta teregister di Kemenkeu.

 

“Jadi, dengan adanya register itu, akuntan yang berprofesi dan berpraktik di setiap entitas, apakah itu akuntan pemerintahan, akuntan pendidik, akuntan manajemen, atau akuntan publik, nantinya semua teregister di Kemenkeu,” ujar Ilya. Menurutnya, kondisi ini akan menghindari munculnya akuntan palsu atau akuntan liar. “Seseorang yang mengaku akuntan tapi nyatanya registernya sudah hangus, apalagi tidak menjadi anggota asosiasi profesi, yaitu Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), bisa dikatakan akuntan palsu,” tambah Ketua Komite Audit OJK itu.

 

“Jadi, jelas bahwa PMK ini untuk mengamankan profesi akuntan supaya lebih berkompeten dan profesional, terhindar dari akuntan palsu dan siap berkompetisi di pasar bebas ASEAN.” OJK sendiri sebagai regulator sektor keuangan hanya akan mengakui akuntan profesional yang teregister di Kemenkeu dan terdaftar sebagai anggota asosiasi profesi. Ilya menambahkan, registrasi akuntan ini nantinya juga ditujukan untuk para akuntan asing yang mau berkiprah di Indonesia. Walaupun untuk akuntan asing tersebut ada pengaturan lebih lanjut, berupa kerjasama saling pengakuan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah negara asal akuntan tersebut.

 

Ilya menyadari jika kebutuhan sektor industri, terutama di industri keuangan terhadap akuntan profesional memang cukup tinggi. Sejauh ini, faktanya, jumlah akuntan profesional yang berkiprah di sektor industri masih sangat kecil. “Untuk itu, OJK meng-encourage agar akuntan-akuntan profesional di Indonesia bisa lebih banyak berkiprah di semua sektor industri,” ia menegaskan. DI sisi lain, perguruan tinggi juga mesti banyak menelurkan para calon akuntan yang berkualitas. Calon akuntan berkualitas ini ketika bisa memenuhi semua persyaratan sebagai akuntan profesional, akan menjadi salah satu pilar pembangunan negeri ini. “Akuntan profesional harus memiliki mindset kelimuan yang kuat, skill mumpuni, dan attitude yang berkarakter. Dengan begitu, mereka akan dapat berperan besar dalam kemajuan bangsa,” Ilya meyakinkan.

 

Tantangan IAI

 

Selain aturan tersebut menjadi hal positif, di sisi lain secara langsung menjadi tantangan bagi IAI. Menurut Ilya, karena IAI adalah asosiasi profesi yang diberi amanat oleh PMK, organisasi profesi ini mesti berbenah diri dan menyempurnakan infrastruktur pendukungnya. “PMK ini nantinya memudahkan untuk menginventarisasi para akuntan,” katanya. “Cuma sebelum itu terjadi, para akuntan yang selama ini teregister tapi tidak jelas juntrungannya diwajibkan untuk meregister ulang. Dan untuk register ulang itu, pintunya hanya lewat IAI.” Akuntan beregister, diakui Ilya, jumlahnya banyak. “Dan diperkirakan yang akan meregister ulang nanti juga banyak. Saat ini akuntan yang tercatai sebagai anggota IAI jauh lebih sedikit dibanding yang memiliki register negara. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi IAI,” katanya. Untuk itu, bagi yang sudah beregister tapi belum menjadi anggota IAI, Ilya mengimbau agar mereka segera menjadi anggota IAI.

 

Jangan melihat kondisi saat ini yang barangkali sudah “nyaman” berada di posisi tertentu. “Kompetensi yang terus terjaga itu dibuktikan dengan mengikuti PPL IAI secara reguler. Saat ini, identitas akuntan profesional Indonesia itu ada dalam Chartered Accountant (CA). Akuntan yang menjadi CA sudah jelas profesionalismenya,” ia menandaskan. “Jadi, bukan formalitas semata. Asosasi profesi yang akan membentuk akuntan tersebut menjadi akuntan profesional.” Tentu saja identitas akuntan profesional menjadi bekal utama para akuntan domestik untuk bisa bertarung di AEC 2015 nanti. “Ingat, pasar bebas ASEAN sudah di depan mata. Kalau kita tidak menjadi anggota asosiasi profesi, kita akan tergilas. Karena, dengan menjadi anggota, kualitas kita akan terus ter-update dengan perkembangan yang ada, profesionalismenya meningkat, serta kompetensinya semakin terasah,” kata Ilya mengakhiri.

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

Akuntansi

PRESS RELEASE: IAI SIAPKAN STANDAR AKUNTANSI AGAR EMKM CAPAI LITERASI KEUANGAN

 

Konglomerasi Keuangan Indonesia, Berkah atau Tulah?

 

Profesi sebagai Engine of Reform

 

Whistle Blowing System di OJK "Nyanyi Sunyi Para Saksi Kunci"

 

Ikatan Akuntan Indonesia Terlibat Dalam Upaya Mengoptimalkan Penerapan Good Governance di Sektor Publik

 

OJK Hanya Akui Akuntan Beregister | Prof. Ilya Avianti, Ak., CA. | Anggota Dewan Komisioner OJK |

 

MERAIH MASA KEEMASAN, BERJAYA DI KAWASAN REGIONAL! (RUBRIK SUDUT PANDANG, MAJALAH AKUNTAN INDONESIA (AI) EDISI BULAN MARET 2014)

 

PMK 25/2014 = BLUE PRINT CA | Oleh Dr. Khomsiyah, Ak., CA. (Ketua DSAP IAI)

 

Menkeu Tetapkan Ketentuan Mengenai Akuntan Beregister Negara

 

Era Baru Akuntan Profesional PMK 25/PMK.01/2014 Tentang Akuntan Beregister Negara Lahir Sebagai Legal Backup Profesi Akuntan Profesional

 

KAKBI Siap Diimplementasikan

 

PMK Akuntan Beregister Negara

 

Bersiap Diri Menyambut Pasar Tunggal ASEAN

 

Babak Baru CA Indonesia

 

Enam Strategi Akuntan Hadapi MEA 2015

 

IAI Minta KJA Bisa Praktek di Pasar Modal

 

Peran IAI Akan Dipertegas sebagai Standar Setter

 

KJA Dikhawatirkan Memakan 'Kue' AP

 

LK Berbasis TI, Mndesak PSAK Taksonomi

 

IAI Harus Sosialisasi Lebih Dini Revisi SAK

 

DSAK IAI Sedang Susun SAK Nirlaba

 

Dimulai, Gelombang Kedua Konvergensi IFRS

 

IAI Tengah Merancang Kode Etik Akuntan

 

Akuntan Beregister Negara Wajib Ikuti PPL

 

Berat, Sarjana Akutansi Bisa Lulus Ujian CPA?

 

Serbuan Akuntan dari ASEAN Hanya Mitos

 

DSAK Resmi Memberlakukan 4 ISAK

 

Akuntan Manajemen Harus Pantau Kepatuhan GCG

 

Pengeloloan Lingkungan Tambang Mengikuti PSAk 57

 

Berbahaya, Hilangkan PPAK Menjadi Akuntan

 

Masa Depan PPAK Diperkirakan Suram

 

Ada Enam Jalur Bisa Membuka KJA

 

KJA Konsultan Keuangan Usaha Kecil Menengah

 

Akuntan Beregister Berpeluang Buka KJA

 

IAI dan PPAJP Rancang Cetak Biru Akuntan

 

AP Tak Perlu Khawatir Hadapi MEA

 

Akuntan Forensik Profesi yang Menggiurkan

 

Perlu Didrong Bahas RUU Pelaporan Keuangan

 

Menkeu Agar Priorotaskan UU Pelaporan Keuangan

 

IFRS 13, Akuntan & Penilai Butuh Pemahaman Sama

 

Butuh Dukungan Pemerintah Konvergensi IFRS

 

DSAK Masih Pertimbangkan Adopsi IAS 19

 

DSAK IAI Wacanakan SAK untuk Entitas Kecil

 

Sarjana Non Akuntansi Bisa Jadi AP

 

Jumlah Akuntan Publik Kian Berkurang

 

AP Terkena Sanksi, jika Fee Dibawah Standar

 

Laporan Keuangan Tanggungjawab Manajemen

 

RPP Komite Akuntan Publik Segera Terbit

 

Hasil KLB Yogyakarta: IAI Perluas Keanggotaan Keprofesian

 

Wapres Akui Masih Sulit Untuk Menjadikan Good Governance Suatu Budaya

 

Diterbitkan Laporan Keuangan Baru bagi Emiten

 

Akuntan Profesional Adalah Mental Menjaga Reputasi

 

Wayan , OJK akan Gunakan Akuntan Publik

 

Jalur non Sarjana Akuntansi Masih Tertutup

 

Asosiasi Profesi Harus Dukung Penertiban Jasa Akuntan

 

Laporan Keuangan Lembaga Mikro Tak Perlu Diatur

 

Energi Positif Akuntan Profesional

 

Titik Nol Register Akuntan

 

Para Akuntan Harus Siap Hadapi Serbuan Asing

 

SAK Efektif Berlaku 1 Januari 2012

 

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com