Solomon Consulting Group

 

Berita Audit

Florus, Harus Ada Standarisasi Fee Audit

 

akuntanonline.com, 15 Mei 2013

 

Praktik akuntan publik (AP) palsu masih marak, terlihat dari perbedaan yang mencolok antara jumlah auditee AP terdaftar di PPAJP sebanyak 20.000, sementara perusahaan wajib audit yang terdaftar di Direktorat Pajak sebanyak 50.000. Atas fakta tersebut, Pengurus IAPI mendatang perlu mengawasi praktek AP palsu tersebut.

 

Menurut kandidat pengurus IAPI 2013-2017, Florus Daeli, kabar AP palsu sudah sering dan lama terdengar. Namun, siapa mereka itu, tak ada yang tahu dan apa yang telah dilakukan IAPI tidak banyak terdengar. Kabar adanya AP palsu, salah satunya datang dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dari paparannya pada satu kesempatan, OJK menyebutkan ada AP yang menandatangani laporan audit, tapi ijin sebagai AP belum keluar. "Ini kan tidak benar. Ada juga, dia sebenarnya konsultan yang melakukan proses audit, namun minta tanda tangan kepada AP," kata Florus tentang modus AP palsu, Rabu (15/05/2013).

 

Fenomena adanya AP palsu tsb, tegas Florus harus diantisipasi IAPI dengan melakukan pengawasan oleh organ struktural oganisasi yang disupervisi pengurus terpilih nanti. Untuk melakukan hal tersebut tidak mungkin dilakukan langsung pengurus, yang juga berpraktek sebagai AP. Pasti tidak focus. "Perlu ada organ di IAPI yang fokus akan hal itu. Organ tersebut bisa di bawah manajemen eksekutif," ujarnya.

 

Pengawasan terhadap AP palsu tersebut sesuai dengan Pasal 57 ayat (2)  UU No 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik. Disebutkannya, sanksi pidana kepada akuntan palsu. Dengan ketentuan itu, seharusnya IAPI mengawal pasal tersebut agar bisa terlaksana, karena kehadiran AP palsu pada intinya mengambil lahan anggota IAPI.

 

Jika pengawasan terhadap AP palsu tersebut dilakukan secara sungguh-sungguh membuka peluang pengembangan profesi AP. Saat ini ada 20.000 klien AP, tapi potensinya 337.160 entitas. Bila IAPI menggalakan pengawasn terhadap AP palsu, klien AP akan meningkat dua kali lipat.

 

Prioritas lainnya jika terpilih sebagai pengurus IAPI, kata Florus, perbaikan audit fee. Ia melihat masih banyak praktek yang kurang adil, seperti persaingan fee audit di pasar. Hal itu terjadi karena belum diatur secara jelas, sehingga fee audit bisa dibanting sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. "Ada AP melakuan seenaknya dan itulah yang menyebabkan AP tidak berharga di mata klien," ujarnya.

 

Sebagai gambaran, Florus mencontohkan, suatu auditee dengan audit fee senilai Rp 50 juta, tapi ada AP agar bisa mendapatkan auditee tersebut mengajukan fee Rp 10 juta misalnya. "Sulit mencari bukti adanya kasus tersebut, namun itu terjadi," tambahnya, seraya menambahkan, dengan fee audit Rp 10 juta, dampaknya sudah bisa diperkirakan. Audit dikerjakan  staf, sehingga hasilnya sudah pasti tidak membanggakan bagi seorang auditor.

 

"Kalau tidak ada aturan yang tegas mengenai fee untuk meminimalkan perang tarif, prospek profesi AP tidak baik," tambahnya.

 

Ditegaskan Florus, AP itu seharusnya orang pilihan. Namun, bila penghasilannya tidak menarik dipastikan akuntan tidak tertarik menjadi AP. Orang pilihan itu umumnya mencari tempat yang lebih baik, sehingga kalau tidak ada pengaturan fee audit, yang masuk ke dunia AP hanya akuntan- akuntan kelas 2 atau kelas 3.

 

"Jika menjadi pengurus, saya ingin menumbuhkembangkan profesi AP dengan standarisasi audit fee,"ujarnya.

 

Diakuinya, saat ini sudah ada aturan fee audit. Sayangnya aturan tersebut belum diimplementasikan secara sungguh-sungguh. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya pengawasan dan tidak ada tindakan yang nyata dari pengurus IAPI yang lalu terhadap para pelanggar. "Kalau ada aturan seharusnya diikuti dengan pengawasan, sehingga aturan itu benar-benar dilaksanakan," tegasnya.

 

Florus menilai perlunya IAPI menjadi mediator antara KAP perorangan, menengah dan KAP besar. Selama ini hanya berupa imbauan kepada KAP perorangan untuk bergabung. Misalnya KAP A ingin bergabung dengan KAP B, tapi tidak ada penghubung dipastikan harapan KAP A tidak bakal terwujud, karena pada umumnya AP memiliki kepercayaan diri yang besar, sehingga IAPI bisa memediasi dengan menjadi semacam "mak comblang" dari AP -AP yang ada.

 

"Perlu adanya semacam pusat informasi supaya kebutuhan anggota bisa ditampung," ujarnya.

 

Terkait dengan pencalonan dirinya menjadi pengurus IAPI, selain ingin mengembangkan diri dengan menerima tantangan baru sekaligus berbuat lebih lagi dari yang telah diperbuat selama ini, juga ada dorongan dari rekan rekan AP dan AP senior. Mereka berharap, dirinya memberikan warna yang lain.

 

"Bakal calon pengurus IAPI pada Rapat Umum Anggota (RUA) mendatang didominasi dengan orang-orang yang tergabung dalam paket 1 dan 2 pada RUA pada 12 Desember tahun lalu. Saya coba masuk untuk mengatakan tidak pro paket 1 dan 2, tetapi membawa diri sendiri sebagai akuntan muda yang punya keinginan berbuat sesuatu demi kebaikan dan perkembangan IAPI ke depan," ujarnya

 

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

IAPI Minta Akuntan Publik untuk Tidak Mencantumkan Identitasnya dalam Sampul Laporan Keuangan

 

Hadapi MEA, IAPI Ubah Program Sertifikasi Akuntan

 

Dalam Dunia Akuntan Publik, KAP Bukan Big Four?

 

IAPI Segera Revisi SK Kebijakan Penentuan Fee Audit

 

Manajemen dan Those Charged with Governance Sebagai Penanggung Jawab Kecurangan Dalam Laporan Keuangan

 

Comport Letter Harus Diriviu Hanya AP Sebelumnya

 

IAPI Rencanakan AP Harus Lapor Pendapatan

 

Staf KAP Bakal Wajib Jadi Anggota IAPI

 

OJK Minta AP Siap Bersaing di Tingkat ASEAN

 

Akuntan Publik Diminta Untuk Meningkatkan Fee Audit

 

PRP CPA Sebagai Grand Fathering Bagi Akuntan Publik Untuk Bersaing di Era Globalisasi

 

CPA of Indonesia Sebagai Global Passport Professional Accountant

 

CPA of Indonesia Mengadopsi Konsep Life-long Learning

 

Pemerintah Diminta Untuk Mengefektifkan Ketentuan Wajib Audit

 

Tak Banyak Lulusan CPA Menjadi AP

 

Jumlah AP dan KAP Berkurang

 

Akuntan Publik Harus Mampu Hasil Auditnya Bebas Fraud

 

PPAJP & IAPI Belum Bisa Bahas RPP Praktek AP

 

Sebanyak 26 AP Terancan Dicabut Ijinnya

 

IAPI Belum Tentukan Sikap Kehadiran AKAPI

 

Bentuk AKAPI, Organisasi Manager Partner KAP

 

PPAK Tak Wajib, Tapi IAPI Wacanakan Program CPA

 

Jalur Menjadi AP Bakal Dipangkas

 

Muncul Pro & Kontra Terhadap Rencana Rotasi AP

 

AP Singapura & Filipina Siap Mengancam

 

RPP Akuntan Publik Hanya Mengatur Rotasi AP

 

Tugas Internal Audit Bukan Hanya Cegah Fraud

 

AP Melobi OJK Perpanjang Masa Rotasi

 

Florus, Harus Ada Standarisasi Fee Audit

 

PPAJP Tunggu Laporan Keuangan Kegiatan KAP

 

Tak Ada Alasan Bagi AP Tahan Data Pajak Auditee

 

Kejahatan Terbesar, Penipuan Laporan Keuangan

 

ISA 600 Tak Berdampak Terjadi Monopoli Audit

 

Dibutuhkan CFO untuk Dukung Transparansi

 

IAPI Perlu Memiliki Data Base Klient AP

 

Komite Audit Tak Punya Cukup Waktu

 

Harus Ada Sanksi Pelanggar Pasal 68 UU No 40/ 2007

 

Hendrawan, Audit AP Merupakan Biaya Tinggi

 

Dicabut Izin Praktek 4 AP di Pasar Modal

 

Posisi Akuntan Publik dalam Bahaya

 

PPAJP Tawarkan 3 Pilihan Rotasi Jasa Audit

 

KP & KAP Mulai 2013 Dikenai PNBP

 

Indonesia akan Diserbu Akuntan Luar?

 

IAPI Resmi Mengadopsi ISA

 

Bapepam Terbitkan Laporan Kuangan Tahunan

 

Jumlah Akuntan Publik yang Terdaftar Turun

 

Banyak yang Keliru Memaknai Opini BPK

 

Laporan Keuangan PU Wajar Dengan Pengecualian

 

Indonesia Segera Adopsi International Standard on Auditing

 

Indonesia Segera Adopsi International Standard on Auditing

 

Laporan Keuangan Kementan Terganjal Aset

 

Perlu Sanksi terhadap Perseroan Terbatas

 

BPK Akan Audit Perusahaan Tambang Mineral

 

BPK: PLN Tak Lakukan Efisiensi Kinerja

 

Kertas Kerja Bagian Vital dalam Proses Audit

 

Dirjen Pajak Tantang Akuntan Publik

 

Akuntan Publik Harus Mewaspadai 3 Hal

 

Manajemen Jobs DB Dinilai Lecehkan Penetapan Pengadilan

 

DSAK IAI Mensahkan Beberapa PSAK Pada 20 Desember 2011

 

Akuntansi

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com