Berita Audit
![]()
CPA of Indonesia Sebagai Global Passport Professional Accountant
iapi.or.id, 21 Oktober 2013
CPA of Indonesia sebagai salah satu media untuk bersaing di persaingan global profesi Akuntan Publik termasuk persiapan dalam ASEAN Economic Community 2015, demikian disampaikan Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Tarkosunaryo, ketika memberikan paparan dalam acara sosialisasi dan diskusi profesi CPA dan CA menghadapi ASEAN Economic Community 2015 yang diselenggarakan oleh IAI Wilayah Jawa Barat di Universitas Widyatama, Bandung, 19 Oktober 2013. “CPA of Indonesia sebagaiglobal passport bagi anak muda Indonesia untuk dapat berkiprah di dunia internasional”, demikian terang Tarko dalam acara yang diikuti oleh para mahasiswa akuntansi, dosen dan ketua jurusan akuntansi perguruan tinggi di Jawa Barat.
CPA of Indonesia merupakan sertifikasi profesi akuntansi yang diterbitkan oleh IAPI selaku asosiasi profesi akuntan publik di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2011. Setiap lulusan S-1 atau D-4 akuntansi dapat langsung mengikuti ujian CPA tanpa harus mengikuti pendidikan profesi akuntansi terlebih dahulu, demikian penjelasan Tarko yang disambut dengan beragam dari audiens. Beberapa mahasiswa menyambut baik, namun beberapa peserta masih mempertanyakan kesiapan peserta untuk menghadapi ujian tersebut mengingat ujian CPA terkenal sulit untuk kalangan mahasiswa S-1. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar dapat mengikuti ujian lebih dini karena pada umumnya semakin menunda waktu ujian dan semakin bertambah umur maka peluang untuk segera lulus ujian menurun, demikian terang Tarko seraya memaparkan kiat-kiat untuk menghadapi ujian dan mempersiapkan rencana masa depan. Tarko juga menjelaskan bahwa ke depan dengan era globalisasi terutama di kawasan ASEAN, setiap pemegang CPA of Indonesia berkesempatan untuk mendapatkan ASEAN Chartered Professional Accountant (ACPA) sehingga dapat berkiprah di berbagai bidang seperti perusahaan atau kantor akuntan publik. “Pemegang ACPA nanti dapat bekerja di perusahaan-perusahaan kawasan ASEAN, kecuali sebagai partner yang menandatangani laporan auditor independen, karena jasa audit masih dikecualikan dari MRA ASEAN”, terang Tarko.
Dalam kesempatan tersebut Tarko juga menjelaskan berbagai hal tentangCPA of Indonesia dan bagaimana untuk mendapatkan izin Akuntan Publik, kiprah dan peranan yang dapat diperoleh oleh pemegang CPA, serta kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang CPA of Indonesia. Sementara itu, Edi Jaenudin, Ketua IAI Wilayah Jawa Barat menjelaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan sebagai wahana untuk melakukan sosialisasi CPA dan CA serta mencari titik temu dengan kurikulum perguruan tinggi, yang dihadiri oleh mahasiswa akuntansi dari perguruan tinggi di Jawa Barat termasuk dosen dan ketua-ketua jurusannya.
