Berita Audit
![]()
PRP CPA Sebagai Grand Fathering Bagi Akuntan Publik Untuk Bersaing di Era Globalisasi
iapi.or.id, 22 Oktober 2013
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) kembali menyelenggarakanProfessional Recognition Program Certified Public Accountant of Indonesia(PRP CPA) yang berlangsung dari tanggal 21 sampai dengan 25 Oktober 2013 di Bidakara, Jakarta. Kegiatan PRP CPA yang diadakan untuk keempat kalinya ini merupakan salah satu respon dengan adanya perkembangan regulasi di bidang profesi Akuntan Publik. Tujuan dilaksanakannya PRP CPA ini dalam rangka penyetaraan kompetensi bagi Akuntan Publik yang telah memperoleh izin tanpa melalui ujian sertifikasi Akuntan Publik.
Ketua Dewan Sertifikasi IAPI – M. Achsin yang juga selaku Ketua Panitia penyelenggara, dalam sambutannya melaporkan bahwa pelaksanaan PRP CPA kali ini didasari pada suatu keinginan yang kuat untuk melengkapi instrumen bagi Akuntan Publik Indonesia, agar dengan sebutan CPA yang disandang menjadi suatu kelengkapan yang utuh bagi praktik Akuntan Publik. “PRP CPA ini merupakan program grand fathering bagi Akuntan Publik Indonesia untuk yang terakhir kalinya. Dari jumlah Akuntan Publik yang belum menyandang CPA sebanyak 202 orang, yang mendaftar untuk mengikuti program ini sebanyak 107 orang AP. Seluruh peserta PRP CPA ini yang berhasil menyelesaikan program sampai selesai, akan mendapatkan kredit sebanyak 40 SKP. Selain itu terdapat juga peserta non PRP CPA sebanyak 85 orang yang mengikuti acara tersebut sebagai peserta PPL. Untuk peserta PPL ini juga diberikan SKP sesuai kehadirannya”, demikian ujar Achsin.
Dalam acara pembukaan PRP CPA, Kepala Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai Kementerian Keuangan RI, dalam keynotes speech yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Usaha dan Akuntan Publik PPAJP – Agus Suparto, menyambut baik diselenggarakannya PRP CPA ini. Pelaksanaan program PRP CPA diharapkan dapat memberikan manfaat lain berupa meningkatnya mutu pekerjaan audit, serta penghormatan dari masyarakat dan dunia internasional terhadap profesi Akuntan Publik Indonesia. Mengingat bahwa selama pelaksanaan PRP CPA akan disampaikan materi pelatihan dengan topik bahasan serupa dengan peserta ujian CPA.
Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa profesi Akuntan Publik suatu profesi yang cukup menjanjikan karena jumlah Akuntan Publik yang ada di Indonesia belum dapat menjangkau seluruh potensi pasar jasa Akuntan Publik yang masih sangat luas. Jika dilihat dari statistik jumlah Akuntan Pubik yang terdaftar di PPAJP saat ini sejumlah 995 orang, sekitar 37% berusia di atas 60 tahun. Dikhawatirkan dalam kurun waktu 5 sampai dengan 10 tahun ke depan, akan terjadi penurunan jumlah Akuntan Publik yang cukup signifikan. “Dengan data statistik seperti yang telah diuraikan tersebut di atas, dapat kita lihat betapa masih sangat potensialnya pasar jasa yang masih belum digarap dan dioptimalkan oleh Akuntan Publik. Potensi pasar yang dapat digarap tentunya tidak hanya jasa audit, tapi dapat mencakup juga jasa asurans lainnya seperti review, maupun jasa non asurans seperti kompilasi, jasa konsultasi manajemen, audit kinerja, perpajakan dan lain-lain. Tentunya dengan jumlah Akuntan Publik yang hanya 995 tersebut, tidak akan dapat mengimbangi potensi pasar jasa Akuntan Publik yang ada tersebut”, terang Agus.
Pada akhir sambutannya – sekaligus membuka secara resmi acara PRP CPA, Agus mengucapkan selamat dan berharap kegiatan PRP CPA ini dapat menjadi wahana untuk meningkatkan kompetensi bagi semua Akuntan Publik, mutu pelaksanaan pemberian jasa Akuntan Publik, dan penghormatan masyarakat dan dunia internasional terhadap profesi Akuntan Publik Indonesia, serta persiapan untuk menyongsong terjadinya liberalisasi sektor jasa, khususnya akuntansi dan auditing.
