Berita Audit
![]()
Indonesia akan Diserbu Akuntan Luar?
akuntanonline.com, 29 Oktober 2012
Dengan akan dibukanya Pasar Bebas ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) tahun 2015, salah satu dampaknya pasar akuntan akan terbuka bagi akuntan se-Asia Tenggara untuk berpraktek lintas negera. Sayangnya, jumlah akuntan Indonesia yang lulus Certified Public Accountant (CPA) kalah jumlah di banding negera negera tetangga. Lulusan CPA Indonesia hanya 60 orang per tahun dan hingga saat ini berjumlah 1.500 orang.
“Jumlah CPA yang minim akan menjadikan Indonesia sebagai pasar dari akuntan luar,” kata Kepala Bidang Pemeriksaan Akuntan Publik PPAJP Kementerian Keuangan, Suhartiningsih ketika membacakan sambutan Kepala PPAJP (Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai) dalam launching CBT (compurterized based testing) Exam For CPA Of Indonesia, Senin (29/10/12). Sebagai perbandingan, Singapura dan Filipina setiap tahunnya meluluskan 1000 CPA. Karena itu, IAPI sebagai satu satu lembaga menurut UU no 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik yang bisa mengadakan ujian CPA di Indonesia harap mampu menjawabnya.
Kepala Biro Standar Akuntansi Keuangan dan Keterbukaan Bapepan LK, Etty Retnowulandari menyampaikan hal senada. Jumlah akuntan publik yang terdaftar di Bapepam LK masih jauh dari ideal. “Akuntan publik yang terdaftar di Bapepam LK sekitar 150, namum yang aktif 53 orang. Ini merupakan tantangan bagi asosiasi dan profesi untuk meningkatkan kompetensi dan jumlah AP,“ ujarnya Etty
Minimnya jumlah lulusan CPA Indonesia, karena IAPI selaku penyelenggara ujian CPA hanya mampu melakukan ujian sertifikasi setahun 3 kali. Karena itu, IAPI akan membuat terobosan dengan mengadakan ujian dengan system computerized atau CBT (computer based testing exam) for CPA of Indonesia.
Menurut Ketua Umum IAPI, Tia Adityasih mulai 19 Nopember akan dimulai system CBT Exam. Dengan sistem ini, paling tidak jumlah peserta ujian CPA akan lebih banyak dan akan ada 120 lulusan CPA per tahunnya.
