Berita Audit
![]()
OJK Minta AP Siap Bersaing di Tingkat ASEAN
iapi.or.id, 25 Oktober 2013
Akuntan Publik (AP) terutama yang berpaktik di pasar modal diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dan good governance, sehingga AP dapat berkontribusi membantu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan tugas pengawasan dan pembinaan emiten dan perusahaan publik terkait dengan laporan keuangan. Selain itu AP Indonesia juga diminta untuk meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global, terutama dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) tahun 2015. AP maupun asosiasi profesi diminta siap menghadapi era globalisasi yang sudah didepan mata. Hal tersebut diungkapkan Nurhaida – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal – OJK dalam kesempatan menerima audiensi Pengurus Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) yang berlangsung hari ini di gedung OJK, Lapangan Banteng, Jakarta.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh M. Noor Rachman – Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II dan Kristianti Puji Rahayu – Direktur Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal, lebih lanjut Nurhaida mengatakan bahwa OJK tengah menyiapkan program pemeriksaan terhadap AP. “OJK telah membuat pedoman pemeriksaan. Dalam waktu dekat OJK akan melakukan pemeriksaan terhadap AP. Semoga hal ini dapat menjadi semangat kita untuk terus bekerjasama untuk bisa menjadi AP yang bekerja dengan baik khususnya di bidang pasar modal.”, jelas Nurhaida.
Sementara itu Tarkosunaryo – Ketua IAPI yang hadir dalam pertemuan tersebut, yang didampingi oleh Florus Daeli – Pengurus; Merliyana Syamsul – Ketua Komite Organisasi dan Hubungan Kelembagaan; Handoko Tomo – Ketua Komite Asistensi dan Implementasi Standar Profesi; E. Batara Manurung – Ketua Komite Disiplin dan Investigasi; serta kepengurusan FAPM – LK & Perbankan yang diwakili oleh Ratnawati Setiadi; Indra Sri Widodo; Susanto; Tenly Widjaja dan Liana Lim, dalam pemaparannya menjelaskan tentang fungsi dan wewenang IAPI sebagai Asosiasi Profesi Akuntan Publik (APAP) sesuai Undang Undang Nomor 5 tahun 2011 dan KMK Nomor 443 tahun 2011. Dalam kesempatan tersebut Tarko juga menerangkan apa yang menjadi tujuan IAPI, dan misi yang akan dijalankan guna menjadikan profesi Akuntan Publik sebagai salah satu profesi pilihan oleh generasi muda. “Dalam menjalankan fungsi dan wewenang yang diamanahkan tersebut, IAPI memiliki program kerja prioritas yang akan dilaksanakan, yakni terkait dengan registrasi membership IFAC; sertifikasi online; adopsi standar internasional dan penyediaan berbagai panduan; penyelenggaraan PPL yang berkualitas; program reviu mutu anggota; penguatan kelembagaan KAP; dan menjalin kerjasama dengan dunia pendidikan.
Di bagian akhir pemaparannya, Tarko mengingatkan bahwa berdasarkan data statistik, mayoritas AP saat ini banyak yang sudah berusia lanjut. Untuk itu Pengurus berusaha meningkatkan jumlah CPA, sebagai pintu gerbang untuk masuk ke profesi Akuntan Publik. “Anak-anak muda fresh graduated dan staf KAP kami dorong untuk mengikuti ujian CPA, agar nantinya tersedia sumber daya manusia yang siap untuk menggantikan AP yang sudah berusia lanjut. Untuk itu kami mendorong untuk meningkatkan tingkat kelulusan dengan memberikan insentif, dan fleksibilitas ujian online dengan membuka testing centre”, ujar Tarko. Dalam kesempatan tersebut IAPI membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada OJK, sekiranya ada program peningkatan SDM di lingkungan staf OJK yang dipandang sesuai dengan program CPA yang diselenggarakan IAPI.
Pada akhir pertemuan, Nurhaida mengapresiasi langkah-langkah dan upaya yang dilakukan Pengurus IAPI melalui program kerja yang konkrit dalam memajukan profesi Akuntan Publik, dan kembali menekankan bahwa peranan IAPI sangat penting agar AP di Indonesia siap bersaing.
