Solomon Consulting Group

 

Berita Audit

Tugas Internal Audit Bukan Hanya Cegah Fraud

 

akuntanonline.com, 23 Mei 2013

 

Direktur Akademi Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) Hari Setianto mengatakan, kondisi internal audit Indonesia masih terbilang kelas paling rendah. Bila dikaitkan dengan dunia pendidikan formal, internal audit Indonesia masih duduk di sekolah dasar (SD), karena masih dalam tahap memberikan assurance atas pengendalian mutu.

 

"Peran internal audit di Indonesia masih berorientasi dalam program anti fraud," kata Hari dalam Diskusi "Peran Komite Audit Dalam Koordinasi Assurance dan Three Line of Defense" di Jakarta, Kamis (23/05/2013).

 

Ia memaklumi kondisi tersebut, karena pembentukan internal audit di Indonesia lebih kepada pengawas atau polisi, berbeda dengan di negera maju. Idealnya peran internal audit mengacu pada "Combined Assurance King III" yang telah banyak dicontek negara-negara Eropa. Internal audit selalu menjadi tamu dalam rapat-rapat direksi dan komisaris meski tidak punya suara.

 

Menurut Hari, ada dua tahapan lagi untuk model internal audit yang ideal. Kedua tahapan itu, internal audit berperan sebagai konsultan yang memberikan assurance yang efektif dan efesien. Kelas berikutnya, internal audit melakukan integrasi assurance dan sebagai katalisator assurance.

 

Untuk menaikkan kelas internal audit Indonesia, kata Hari perlu dibangun fasilitas internal audit, yang fokus pada pembenahan. Internal audit selama ini hanya mendeteksi fraud, padahal kenyataannya hanya bisa dicegah secara bersama sama. "Nggak bisa auditor jadi jagoan sendiri," katanya.

 

Dikatakannya, pencegahan fraud dimulai dari lini satu dan lini dua sebelum sampai dicegah internal audit. Pembangunan lini satu dengan cara membangun kode etik dan training tentang fraud. Lini kedua berfungsi mendeteksi dari rekan kerja atau whisltle blowing system. Namun, perushaan-perusahaan di Indonesia termasuk perusahaan publik sekalipun belum membangun whistle blowing system, karena OJK belum mewajibkan sistem tersebut.

 

Jika sistem itu sudah terbangun, internal audit bisa memasuki level 2, karena fungsi audit dari internal audit bukan untuk mendeteksi, sehingga mereka mempunyai waktu yang cukup untuk mereview bisnis proses. "Jika telah melakukan review proses, internal audit sudah tepat menjadi konsultan. Saat ini, internal audit masih mencari fraud sehingga tidak cocok jadi konsultan," tambahnya.

 

 

Loading

Arsip Berita

Pajak

Audit

IAPI Minta Akuntan Publik untuk Tidak Mencantumkan Identitasnya dalam Sampul Laporan Keuangan

 

Hadapi MEA, IAPI Ubah Program Sertifikasi Akuntan

 

Dalam Dunia Akuntan Publik, KAP Bukan Big Four?

 

IAPI Segera Revisi SK Kebijakan Penentuan Fee Audit

 

Manajemen dan Those Charged with Governance Sebagai Penanggung Jawab Kecurangan Dalam Laporan Keuangan

 

Comport Letter Harus Diriviu Hanya AP Sebelumnya

 

IAPI Rencanakan AP Harus Lapor Pendapatan

 

Staf KAP Bakal Wajib Jadi Anggota IAPI

 

OJK Minta AP Siap Bersaing di Tingkat ASEAN

 

Akuntan Publik Diminta Untuk Meningkatkan Fee Audit

 

PRP CPA Sebagai Grand Fathering Bagi Akuntan Publik Untuk Bersaing di Era Globalisasi

 

CPA of Indonesia Sebagai Global Passport Professional Accountant

 

CPA of Indonesia Mengadopsi Konsep Life-long Learning

 

Pemerintah Diminta Untuk Mengefektifkan Ketentuan Wajib Audit

 

Tak Banyak Lulusan CPA Menjadi AP

 

Jumlah AP dan KAP Berkurang

 

Akuntan Publik Harus Mampu Hasil Auditnya Bebas Fraud

 

PPAJP & IAPI Belum Bisa Bahas RPP Praktek AP

 

Sebanyak 26 AP Terancan Dicabut Ijinnya

 

IAPI Belum Tentukan Sikap Kehadiran AKAPI

 

Bentuk AKAPI, Organisasi Manager Partner KAP

 

PPAK Tak Wajib, Tapi IAPI Wacanakan Program CPA

 

Jalur Menjadi AP Bakal Dipangkas

 

Muncul Pro & Kontra Terhadap Rencana Rotasi AP

 

AP Singapura & Filipina Siap Mengancam

 

RPP Akuntan Publik Hanya Mengatur Rotasi AP

 

Tugas Internal Audit Bukan Hanya Cegah Fraud

 

AP Melobi OJK Perpanjang Masa Rotasi

 

Florus, Harus Ada Standarisasi Fee Audit

 

PPAJP Tunggu Laporan Keuangan Kegiatan KAP

 

Tak Ada Alasan Bagi AP Tahan Data Pajak Auditee

 

Kejahatan Terbesar, Penipuan Laporan Keuangan

 

ISA 600 Tak Berdampak Terjadi Monopoli Audit

 

Dibutuhkan CFO untuk Dukung Transparansi

 

IAPI Perlu Memiliki Data Base Klient AP

 

Komite Audit Tak Punya Cukup Waktu

 

Harus Ada Sanksi Pelanggar Pasal 68 UU No 40/ 2007

 

Hendrawan, Audit AP Merupakan Biaya Tinggi

 

Dicabut Izin Praktek 4 AP di Pasar Modal

 

Posisi Akuntan Publik dalam Bahaya

 

PPAJP Tawarkan 3 Pilihan Rotasi Jasa Audit

 

KP & KAP Mulai 2013 Dikenai PNBP

 

Indonesia akan Diserbu Akuntan Luar?

 

IAPI Resmi Mengadopsi ISA

 

Bapepam Terbitkan Laporan Kuangan Tahunan

 

Jumlah Akuntan Publik yang Terdaftar Turun

 

Banyak yang Keliru Memaknai Opini BPK

 

Laporan Keuangan PU Wajar Dengan Pengecualian

 

Indonesia Segera Adopsi International Standard on Auditing

 

Indonesia Segera Adopsi International Standard on Auditing

 

Laporan Keuangan Kementan Terganjal Aset

 

Perlu Sanksi terhadap Perseroan Terbatas

 

BPK Akan Audit Perusahaan Tambang Mineral

 

BPK: PLN Tak Lakukan Efisiensi Kinerja

 

Kertas Kerja Bagian Vital dalam Proses Audit

 

Dirjen Pajak Tantang Akuntan Publik

 

Akuntan Publik Harus Mewaspadai 3 Hal

 

Manajemen Jobs DB Dinilai Lecehkan Penetapan Pengadilan

 

DSAK IAI Mensahkan Beberapa PSAK Pada 20 Desember 2011

 

Akuntansi

Lainnya

 

Hubungi Kami

Solomon Consulting Group
     
Telepon : 081-1360-890
     
E-mail : info@proscg.com
     


 

Hubungi Kami

 

Event

Karir

Quotes

“Trust in the LORD with all your heart, and lean not to your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He shall direct your paths. [Proverbs 3 : 5,6]”

 

 

Copyright © 2012 by Solomon Consulting Group
Powered by tobsite.com