Harian Kontan, 20 July 2016
JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersiap menyambut aliran dana repatriasi tax amnesty. Sebagai salah satu bank persepsi dan bank penerima setoran pajak, BRI telah menyiapkan seluruh sumber daya pendukung untuk mensukseskan program tersebut.
Direktur Utama BRI Asmawi Syam optimistis penerimaan dana repatriasi pengampunan pajak lewat BRI bakal mencapai Rp 60 triliun hingga Rp 75 triliun. “Animonya cukup tinggi,” kata dia, kemarin.
Hari Siaga, Sekretaris Perusahaan BRI menambahkan, sebanyak 120 unit sentra layanan prioritas (SLP), 1.070 kantor cabang dan kantor cabang pembantu BRI yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia siap melayani keperluan wajib pajak yang ingin mendapatkan manfaat dari kebijakan amnesti pajak tersebut.
Agar penyerapan dana tersebut berlangsung secara optimal, BRI juga telah menyediakan beragam instrumen dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif dan konsep layanan one stop financial services solution. Mulai dari deposito berjangka hingga medium term notes (MTN). Instrumen-instrumen investasi ini, kata Hari, dikelola secara profesional.
Menurut Hari, kebijakan amnesti pajak tersebut merupakan kebijakan strategis pemerintah yang memiliki tujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi. Caranya adalah dengan melibatkan peran aktif wajib pajak dalam negeri.
“BRI juga selalu siap mendukung program-program pemerintah untuk menyukseskan pembangunan ekonomi nasional secara berkelanjutan," ujar Hari, Selasa (19/7).
Nah, bagi wajib pajak atau masyarakat umum yang ingin mendapatkan informasi secara lengkap tentang instrumen investasi yang berhubungan dengan program amnesti pajak, bisa dapat memanfaatkan kantor cabang dan kantor cabang pembantu BRI terdekat. "Atau menghubungi contact center BRI 24 jam di 14017,” imbuh Hari.
Sebagai tambahan informasi, dana pihak ketiga (DPK) BRI per Mei 2016 tercatat meningkat 11,5% dari periode sama tahun lalu menjadi Rp 617 triliun.