Harian Kontan, 16 August 2016
JAKARTA. Program pengampunan pajak alias tax amnesty diyakini bakal mendatangkan likuiditas ke pasar keuangan Indonesia. Sejumlah perusahaan asuransi pun menangkap peluang tersebut dengan merilis produk yang bisa menampung dana-dana amnesti pajak.
Ambil contoh, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang merilis produk unitlink terbaru yakni Mi- Wealth Assurance. Produk ini menyasar nasabah kaya.
Indren S. Naidoo, Presiden Direktur Manulife Indonesia mengatakan, produk baru Manulife tersebut dapat menjadi kendaraan nasabah memanfaatkan kebijakan pengampunan pajak. "Jika bunga deposito turun, investasi di unitlink jadi pilihan dan menarik karena ada nilai perlindungannya," ujar Indren, kemarin (15/8).
Menurut dia, MiWealth Assurance merupakan produk investasi yang sebesar 100% premi nasabahnya dialokasikan pada dana investasi sejak hari pertama polis aktif. Ia menyebut sejumlah kelebihan MiWealth Assurance. Antara lain, memberi manfaat tambahan yang melindungi terhadap dampak keuangan akibat cacat, penyakit kritis dan kematian dini.
Perusahaan asuransi lain yakni PT BNI Life Insurance juga sedang menyiapkan produk asuransi untuk menjaring dana-dana peserta tax amnesty. Produk baru BNI Life tersebut khusus menyasar nasabah premium sang induk, Bank Negara Indonesia (BNI). Geger Maulana, Wakil Direktur BNI Life mengatakan, BNI Life menawarkan unitlink dan produk tradisional kepada nasabah kaya BNI dengan premi minimal sebesar Rp 1 miliar.
Dari produk baru ini , BNI Life berharap bisa mendongkrak perolehan premi. Tahun ini, BNI Life menargetkan premi kenaikan premi dua kali lipat dari tahun 2015 yang senilai Rp 3,2 triliun. Tahun lalu, kontribusi premi dari segmen kelas menengah atas mencapai Rp 1,1 triliun. Tahun ini, target premi dari segmen kelas menengah atas bisa mencapai Rp 1,5 triliun.
Tak mau kalah, PT Jiwasraya juga menawarkan produk saving plan bagi peserta tax amnesty. Produk ini menawarkan return of investment (ROI) yang dipatok 8%.